Kamis, 22 April 2010

~ Netbook Dual Core Hadir di Q4 2010


Beberapa waktu belakangan, tersiar kabar bahwa Intel sedang merencanakan perkenalan prosesor dual core mereka untuk netbook. Kabarnya, prosesor tersebut akan hadir dalam waktu dekat.

Chip tersebut, diperkirakan akan memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan chip yang ada saat ini akan tetapi dengan konsumsi daya yang kurang lebih sama.

Dibandingkan dengan Atom yang saat ini beredar yang mendukung memori DDR2, Atom yang disiapkan Intel akan mendukung memori DDR3. Akan tetapi, saat rumor tersebut berkembang, tidak ada kejelasan kapan prosesor itu akan datang.

Seperti VIVAnews kutip dari Softpedia, 22 April 2010, kini kemunculan laptop di bawah 500 dolar berprosesor dual core Atom tersebut sudah ada kejelasan. Disebutkan, mobile PC kelas entry level berukuran maksimal 10,2 inci itu akan hadir di paruh kedua, atau kemungkinan terbesar di kuartal keempat.

Chip Atom baru yang digunakan akan mengonsumsi daya 10 watt. Konsumsi ini cukup masuk akal jika mengingat chip dengan core tunggal hanya mengonsumsi daya antara 7 atau 8 watt.

Prosesor single core sendiri memang akan menyediakan frekuensi yang tinggi. Akan tetapi prosesor dual core tentu akan menghadirkan kinerja yang lebih baik.

Diperkirakan, prosesor Atom dual core akan menjadi alasan yang cukup baik bagi pengguna netbook untuk melakukan upgrade. Apalagi jika harga kisarannya tidak berubah. (hs)


~ Bloom, Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan



Google, eBay, FedEx, Walmart and Coca-Cola merupakan contoh perusahaan yang telah menggunakan pembangkit energi yang pengembangannya merupakan teknologi yang tadinya akan digunakan untuk program ruang angkasa ke planet Mars.


Bloom Energy, perusahaan teknologi asal Silicon Valley, telah membuat teknologi yang mampu mengonversi udara dan bahan bakar menjadi listrik melalui proses kimia yang ramah lingkungan.

Bahan bakar seperti biogas dan bahan bakar alami lainnya dihantarkan melalui anoda, sementara udara dihantarkan lewat katoda. Di antara anoda dan katoda terdapat elektrolit. Ion oksigen kemudian bereaksi dengan bahan bakar untuk memproduksi listrik.

“Selama bertahun tahun, kita mendengar janji-janji bahwa akan ada solusi energi yang baru, terjangkau, dan bersih,” kata John Doerr, salah satu direksi Bloom Energy, seperti VIVAnews kutip dari Irishtimes, 16 April 2010. “Kini Bloom telah menghadirkan teknologi tersebut,” ucapnya.

Bloom Energy dikembangkan oleh Dr K.R Sridhar, seorang professor di bidang aeronautical and mechanical engineering, mantan penasihat NASA. Saat terlibat dalam proyek ke Mars, ia menyadari bahwa teknologi yang sedang mereka kerjakan (menggunakan kombinasi energi surya dan air untuk menyediakan udara dan bahan bakar untuk pergi ke Mars) bisa diterapkan di bumi.

Diproduksi menggunakan material terjangkau (komponen utama pembangkit listrik tersebut adalah ribuan keramik padat yang terbuat dari bubuk serupa pasir), setiap server yang berukuran satu ruang parkir mobil mampu menyediakan daya sebesar 100kw.

Perangkat ini sangat efisien dan mudah diinstalasikan serta dirawat. Selain itu, pembangkit ini juga mampu menyediakan daya secara konstan, tidak seperti pembangkit listrik tenaga angin atau tenaga surya yang tidak selalu ada.

Dibandingkan dengan sumber energi konvensional berbasis fosil, energi ini mampu mereduksi emisi CO2 dari konsumsi daya antara 40 sampai 100 persen. Bloom Energy mengklaim bahkan teknologi mereka 67 persen lebih ramah lingkungan dibanding sumber daya berbasis batu bara.

Setiap unit berkapasitas 100kw disebutkan dapat memasok energi untuk 100 rumah atau kantor berukuran 9100 meter persegi. Semakin besar perusahaan, unit pembangkit listrik bisa ditambahkan. Caranya cukup dengan menambahkan unit baru dan menghubungkan tiap-tiap pembangkit listrik tersebut.